Ekonomi

Purbaya Bongkar Dugaan Manipulasi CPO, 3 Perusahaan Besar Terseret

Pemerintah masih menghitung potensi kerugian negara dari dugaan manipulasi harga ekspor CPO oleh sejumlah perusahaan besar.

3 bulan yang lalu · 1 mnt baca
Purbaya Bongkar Dugaan Manipulasi CPO, 3 Perusahaan Besar Terseret
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui jakarta, Selasa (26/5). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah masih menghitung potensi kerugian negara akibat dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing yang dilakukan sejumlah perusahaan besar eksportir minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

‎Purbaya mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap pendalaman sehingga pemerintah belum menyerahkannya ke proses hukum lanjutan. Namun, data perusahaan yang diduga terlibat disebut sudah dikantonginya. 

‎"Ini kan sudah bergulir yang CPO belum kita serahkan, masih kita hitung tapi sudah ada semuanya perusahaannya," ucap Purbaya kepada media, Jakarta, Selasa (26/5). 

‎Ia menjelaskan, dugaan manipulasi dilakukan dengan melaporkan nilai ekspor jauh lebih rendah dibanding harga sebenarnya melalui transaksi dengan perusahaan perdagangan di luar negeri.

‎"Tapi yang kita lihat harga di sini ekspor ke sana, itu setengah harga yang dari sini ke sana. Jadi ada under-invoicing, penyelundupan, 50 persen lah," ungkapnya. 

‎Saat dikonfirmasi mengenai nama perusahaan yang diduga terlibat, Purbaya membenarkan dua grup besar yang sebelumnya disebut, yakni Wilmar International dan Musim Mas Group.

‎"Itu dua betul, dua-duanya. Siapa lagi? Dari mana listnya?" tambahnya. 

‎Tak hanya itu, Purbaya juga mengonfirmasi adanya nama Salim Ivomas Pratama. Perusahaan tersebut diketahui merupakan bagian dari Indofood.

‎"Salim Ivomas sepertinya ada," tuturnya. 

Baca berita dan informasi lainnya mengenai under invoicing, ekspor CPO, kasus ekspor sawit, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Purbaya Yudhi Sadewa dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.