Periskop.id – Momentum Iduladha 2026 diperkirakan menghasilkan omzet transaksi hewan kurban nasional sekitar Rp26 triliun. Hal ini memberikan dorongan signifikan bagi industri peternakan dan perekonomian peternak kecil di berbagai daerah, menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef).
“Secara umum, Iduladha memberikan dampak multidimensi pada industri ternak, bertindak sebagai motor penggerak ekonomi yang memberikan lonjakan pendapatan bagi peternak kecil,” ujar Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti, Jumat (29/5).
Ia mencatat omzet nasional hewan kurban 2026 diprediksi mencapai Rp26 triliun, menurun tipis dibandingkan capaian 2025 sebesar Rp27,1 triliun dan 2024 yang tercatat Rp28,3 triliun.
Meski demikian, Iduladha tetap menjadi penopang penting bagi keberlangsungan usaha peternak rakyat dan ekosistem industri ternak nasional. Esther menambahkan, dampak ekonomi dari momen kurban tidak hanya dirasakan peternak, tetapi juga pedagang pakan, jasa transportasi, hingga platform digital penjualan hewan kurban.
“Momen ini memicu efek berganda (multiplier effect) yang mendorong perputaran rantai pasok dan mempercepat adopsi digitalisasi dalam tata niaga peternakan,” serunya.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid menegaskan, penyelenggaraan kurban harus memperkuat ekonomi umat. “Visi baru beragama adalah membangun ekonomi umat dengan serius, sama pentingnya seperti menyelenggarakan haji, membangun masjid, sekolah, pesantren, dan rumah sakit,” ujar Sodik.
Dana Umat
Fokus Baznas, lanjutnya, adalah pada penguatan penghimpunan dana umat, pendayagunaan yang adil dan berdampak, serta percepatan digitalisasi terpadu. Rizaludin Kurniawan, Pimpinan Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan Baznas RI, menekankan pentingnya nilai spiritual dalam layanan kurban agar tidak hanya menjadi rutinitas tahunan.
“Fundraising kurban saat ini perlu menguatkan nilai-nilai spiritual masyarakat, menyampaikan makna keagamaan, filosofis, dan sosial secara utuh,” imbuhnha.
Abu Rokhmad, Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, menambahkan kolaborasi antara lembaga amil zakat (LAZ) dan penyuluh agama penting untuk memperluas jangkauan kurban dan memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi kesejahteraan umat.
Baznas menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing dengan nilai ekonomi Rp2,5 triliun pada Iduladha 1447 Hijriah/2026. Pada 2025, realisasi kurban swadaya masyarakat mencapai Rp18,8 triliun, sehingga total capaian nasional saat itu mencapai Rp21,1 triliun.
Momentum Idulaha tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga mendorong perekonomian peternak kecil dan memperkuat ekosistem industri ternak melalui inovasi digital serta sinergi lembaga amil dan pemerintah.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar