Periskop.id - PT Astra International Tbk (ASII) membukukan penjualan wholesales sebanyak 222.371 unit sepanjang semester I/2026, tumbuh 10% secara tahunan (year on year/yoy). Pangsa pasar kumulatif perseroan bertahan di atas 50% sejak Mei 2026, memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar otomotif nasional.

Kinerja Astra sejalan dengan pemulihan pasar mobil nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales nasional sepanjang semester I/2026 mencapai 436.567 unit, naik 16% yoy. Realisasi ini setara sekitar 51% dari target Gaikindo sebesar 850.000 unit untuk keseluruhan 2026.

"Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu dicermati, antara lain pelemahan nilai tukar rupiah yang berpotensi meningkatkan biaya komponen dan harga jual kendaraan, serta kenaikan suku bunga yang dapat menekan daya beli konsumen," papar Stockbit dalam laporannya, dikutip Sabtu (11/7).

Stockbit menilai pertumbuhan yang terjadi tak lepas dari efek basis rendah (low base effect). Pada semester I/2025, rata-rata penjualan bulanan hanya sekitar 62.800 unit, jauh di bawah rata-rata semester I/2026 yang mencapai sekitar 72.800 unit per bulan. Penjualan Juni 2025 bahkan tercatat sebagai yang terendah di luar periode Ramadan dan Lebaran.

Khusus di bulan Juni 2026, Astra membukukan wholesales 40.235 unit, melonjak 37% yoy dan 4% secara bulanan (month on month/mom). Secara nasional, penjualan mobil bulan Juni 2026 tercatat 77.555 unit, meningkat 33% yoy dan 12% mom.

Merek-merek di luar Astra turut mencatatkan pertumbuhan solid. Kelompok non-Astra membukukan wholesales 37.320 unit pada Juni 2026, naik 29% yoy dan 23% mom. Secara kumulatif sepanjang semester I/2026, penjualan non-Astra mencapai 214.196 unit, tumbuh 22% yoy, lebih tinggi secara persentase dibanding Astra.

Merek pendatang baru Jaecoo turut mewarnai pasar dengan bertahan di jajaran 10 merek terlaris pada Juni 2026. Perseroan membukukan sekitar 3.000 unit di bulan tersebut. Sementara itu, pemulihan penjualan BYD juga menjadi sorotan setelah angkanya kembali ke kisaran 5.000 unit pada Juni 2026, naik signifikan dari hanya sekitar 1.100 unit pada Mei 2026.

Di segmen roda dua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan domestik 515.136 unit pada Juni 2026, naik 1% yoy dan 7% mom. Kumulatif semester I/2026, penjualan sepeda motor nasional menyentuh sekitar 3,1 juta unit, tumbuh 1% yoy, setara 47%, 49% dari target AISI sepanjang 2026.

Capaian 51% target di paruh pertama 2026 mengungguli posisi semester I/2025 yang baru menyentuh sekitar 47% dari total penjualan tahunannya. Ini menjadi sinyal positif bahwa pemulihan pasar berjalan lebih cepat dari tahun sebelumnya.

Bagi Astra sendiri, kemampuan mempertahankan pangsa pasar di atas 50% disebut Stockbit antara lain ditopang oleh peluncuran New Toyota Veloz Hybrid. Model tersebut dinilai berkontribusi pada penjualan perseroan dalam beberapa bulan terakhir. Tren positif diperkirakan berlanjut setidaknya hingga sekitar September 2026, mengingat efek basis rendah masih akan terasa selama pasar belum sepenuhnya pulih dari titik lemahnya pada paruh kedua 2025.