Periskop.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, negara-negara lain akan membantu AS dalam melakukan blokade angkatan laut terhadap Iran. Hal ini diyakininya setelah negosiasi dengan Iran di Islamabad, Pakistan, gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Baiklah, kami akan melakukan blokade. Ini akan perlu sedikit waktu, tetapi akan segera efektif," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News dikutip Senin (13/4). 

Menurut Trump, banyak negara akan membantu AS dalam hal blokade tersebut dan pihaknya akan melakukan blokade secara penuh. "Kami tidak akan membiarkan Iran mendapatkan uang dengan menjual minyak kepada orang-orang yang mereka sukai dan bukan kepada orang-orang yang tidak mereka sukai," ujar Trump.

Blokade tersebut akan memakan waktu sedikit, tetapi akan segera efektif. Negara-negara Teluk pun sudah membantu upaya tersebut, kata Trump, tanpa menyebutkan negara-negara tersebut secara spesifik. Dia menambahkan, pihak Iran bisa saja menyatakan akan menjatuhkan satu atau dua, bahkan hingga 10, ranjau.

"Jika Anda memiliki kapal yang harganya satu miliar dolar, maka Anda akan berkata, 'Ya, saya lebih suka tidak terkena ranjau, kehilangan kapal saya atau setidaknya merusaknya parah'," kata Trump dengan menyebutnya sebagai "pemerasan".

AS dan negara-negara lain, lanjutnya, akan mengirimkan kapal penyapu ranjau ke Selat Hormuz untuk membersihkan ranjau yang ditinggalkan Iran.

"Kami memiliki kapal penyapu ranjau di sana. Sekarang, kami memiliki kapal penyapu ranjau bawah laut yang sangat canggih, terbaru, dan terbaik; tetapi kami juga mendatangkan kapal penyapu ranjau yang lebih tradisional. Jadi, saya mengerti Inggris dan beberapa negara lain mengirimkan kapal penyapu ranjau," ucapnya.

Trump dan NATO
Trump pun merasa sangat kecewa dengan NATO dan mengatakan, NATO kini ingin datang dan membantu AS membersihkan selat itu. "Dan tidak akan butuh waktu lama untuk membersihkannya. Jadi kami akan membersihkan selat itu dan mereka akan dapat menggunakan selat itu dalam waktu yang tidak terlalu lama," tuturnya. 

Di sisi lain, Inggris sendiri menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam blokade Amerika Serikat terhadap Selat Hormuz. Seorang juru bicara pemerintah mengatakan, Inggris tetap mendukung kebebasan navigasi dan tetap terbukanya Selat Hormuz, jalur yang penting bagi ekonomi global dan biaya hidup domestik.

"Selat Hormuz tidak boleh dikenakan pungutan," kata pejabat tersebut, seperti dikutip Sky News.

Ia menyebut Inggris tengah bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lain untuk membangun koalisi, guna menjaga kebebasan navigasi. 

Trump sebelumnya mengatakan, Inggris akan mengirim kapal penyapu ranjau untuk membantu membersihkan selat tersebut. Dia pun menggambarkan negosiasi di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4) lalu sebagai "pertemuan yang benar-benar baik", dengan kedua belah pihak menyetujui ‘95% masalah’, kecuali satu masalah belum disepakati yang menurut Trump adalah Iran ingin memiliki senjata nuklir.

"Kami melakukan negosiasi yang sangat intensif dan menjelang akhir, suasananya menjadi sangat ramah; dan kami mendapatkan hampir semua poin yang kami perlukan, kecuali fakta bahwa mereka (Iran) menolak untuk melepaskan ambisi nuklir mereka. Mengenai isu penting, mereka ingin memiliki senjata nuklir, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," tegasnya.

Trump mengatakan, dia telah melakukan kampanye secara maksimal melawan Iran. "Pada dasarnya, kami pergi ke seluruh negeri. Satu-satunya yang tersisa hanyalah air mereka, yang akan sangat menghancurkan bagi mereka," serunya. 

Dia pun mengulangi ancamannya untuk menargetkan infrastruktur Iran, seperti pembangkit listrik, jembatan, serta pabrik desalinasi dan pengolahan air, dengan mengklaim bahwa AS masih memiliki hal-hal lain sebagai target potensial Iran untuk diserang.

Pengenaan Tarif
Trump mengatakan, pihaknya akan mengenakan tarif 50% pada China dan negara-negara lain, jika mereka mengirim senjata ke Iran.

"Jika kami menangkap mereka melakukan itu, maka mereka akan dikenakan tarif 50%, yang itu merupakan jumlah yang mengejutkan, itu jumlah yang mengejutkan," tambahnya.

Dia juga mengatakan, di tengah tekanan AS terhadap Iran, China dapat membeli minyak dan gas dari AS dan Venezuela. "Sejauh menyangkut China, China dapat mengirim kapal mereka kepada kami. China dapat mengirim kapal mereka ke Venezuela. Kami memberi tahu mereka, beli dari Venezuela," jelasnya.

Dia mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan China, dengan menambahkan bahwa dia mengenakan tarif 100% pada semua mobil China yang masuk dan itu bisa menghancurkan Eropa.

"Mereka (China) menghancurkan Eropa karena mereka mengambil begitu banyak bisnis dari Mercedes dan BMW, dan sebagainya; dan kami tidak memiliki mobil buatan China di negara kami, karena mereka akan menghancurkan General Motors dan Ford," ujar Donald Trump.