Periskop.id - Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo bakal dihentikan sementara selama pelaksanaan ritual adat Yadnya Kasada 2026. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) memastikan seluruh akses wisata ditutup mulai 30 Mei hingga 2 Juni 2026 guna menghormati jalannya upacara sakral masyarakat Tengger.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan, penutupan dilakukan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Ketua Paruman Dukun Pandita Kawasan Tengger Nomor 294/E/PDP-Tengger/V/2026 terkait pelaksanaan ritual Yadnya Kasada tahun ini.
"Penutupan kawasan Bromo berlaku sejak 30 Mei 2026 pukul 00.00 WIB hingga 2 Juni 2026 pukul 23.59 WIB dalam rangka ritual Kasada," kata Rudi di Malang, Jawa Timur, Minggu (24/5).
Keputusan tersebut kemudian diperkuat melalui Surat Pengumuman Balai Besar TNBTS Nomor PG.7/T.8/TU/HMS.01.08/B/05/2026 tentang Penutupan Kegiatan Wisata Gunung Bromo dan Sekitarnya pada Upacara Ritual Yadnya Kasada Tahun 2026.
Selama masa penutupan, kawasan Gunung Bromo yang berada di ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut hanya diperbolehkan diakses oleh masyarakat adat Tengger dan pihak terkait yang mengikuti rangkaian ritual Kasada. Selain untuk mendukung pelaksanaan upacara adat, penutupan pada 2 Juni juga dimanfaatkan untuk kegiatan pembersihan kawasan usai ritual berlangsung.
"Kawasan hanya akan terbuka bagi petugas dan masyarakat yang memiliki kepentingan mengikuti kegiatan bersih-bersih kawasan," ujar Rudi.
Hasil Bumi
Balai Besar TNBTS menyebut kawasan wisata Bromo baru akan kembali dibuka untuk umum pada Rabu, 3 Juni 2026 mulai pukul 01.00 WIB. Pihak pengelola taman nasional juga meminta wisatawan, pelaku jasa wisata, operator jeep, hingga masyarakat sekitar untuk mematuhi aturan penutupan tersebut sekaligus menghormati tradisi masyarakat Tengger yang telah berlangsung turun-temurun.
Yadnya Kasada sendiri merupakan ritual adat suku Tengger yang digelar setiap tahun di kawasan Gunung Bromo. Dalam tradisi tersebut, masyarakat membawa hasil bumi, ternak, hingga berbagai sesaji untuk kemudian dilarung ke kawah Bromo sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur.
Tradisi ini menjadi salah satu agenda budaya terbesar di kawasan Jawa Timur dan rutin menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Data Balai Besar TNBTS mencatat sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan ke Gunung Bromo mencapai 344.039 wisatawan. Dari total tersebut, sebanyak 332.432 merupakan wisatawan nusantara, sementara 11.607 lainnya berasal dari luar negeri.
Tingginya angka kunjungan itu membuat pengelola menilai penutupan sementara perlu dilakukan, demi menjaga kekhusyukan ritual sekaligus memastikan keamanan dan kelestarian kawasan konservasi.
Sebelumnya, TNBTS juga beberapa kali menerapkan penutupan kawasan wisata saat berlangsung ritual adat maupun kondisi tertentu, seperti pemulihan ekosistem dan antisipasi cuaca ekstrem. Kebijakan serupa dinilai efektif untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata dan pelestarian budaya masyarakat Tengger.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar