Periskop.id - Wali Kota Jakarta Timur (Jaktim) Munjirin mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak melakukan manipulasi atau "akal-akalan" dalam menangani aduan masyarakat melalui aplikasi Jakarta Kini (JAKI).
"Kalau namanya mengakali-akali, pasti pada saatnya akan ketahuan. Jangan sampai ada aduan yang ditangani dengan cara bohong atau tidak sesuai fakta," kata Munjirin di Walikota Jakarta Timur, Jumat (10/4)
Peringatan tersebut disampaikan menyusul masih adanya potensi penanganan laporan yang tidak sesuai fakta di lapangan. Munjirin menegaskan, setiap bentuk ketidakjujuran dalam pelayanan publik akan berdampak serius, baik secara administratif maupun moral.
Dia menilai, tindakan manipulatif dalam penanganan aduan justru akan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Padahal, JAKI selama ini menjadi harapan warga dalam menyampaikan keluhan dan mendapatkan solusi dari pemerintah.
Menurut Munjirin, jika laporan masyarakat tidak ditangani dengan benar, maka warga akan kehilangan tempat untuk mengadu. Hal ini dinilai bertentangan dengan tugas ASN sebagai pelayan publik.
"Kalau masyarakat sudah mengadu kepada kita, tapi kita tidak mampu menyelesaikan dan justru disiasati dengan cara tidak benar, lalu kepada siapa lagi mereka akan mengadu?," ucap Munjirin.
Munjirin juga mengingatkan agar pengelolaan aduan tidak diserahkan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Dia juga meminta pimpinan unit kerja memastikan bahwa admin yang ditunjuk memiliki integritas dan profesionalitas.
Sebagai bentuk pengawasan, seluruh proses penanganan aduan akan diawasi oleh Inspektorat Provinsi DKI Jakarta. Lembaga tersebut akan melakukan pemeriksaan sesuai aturan hukum dan ketentuan kepegawaian yang berlaku.
"Siapa yang melanggar pasti akan diperiksa. Inspektorat akan menjalankan pengawasan sesuai koridor hukum," tegas Munjirin.
Selain aspek administratif, dia juga menyinggung pentingnya tanggung jawab moral dalam menjalankan tugas. ASN diminta bekerja secara jujur dan amanah dalam melayani masyarakat.
Dengan peringatan ini, Pemkot Jakarta Timur berharap tidak ada lagi praktik manipulasi dalam penanganan aduan, sehingga kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah tetap terjaga.
AI Atasi Parkir Liar
Sebelumnya, viral unggahan di media sosial yang menunjukkan seorang petugas PPSU menggunakan teknologi AI dalam merespons laporan warga terkait parkir liar di Jalan Damai, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam unggahan tersebut, petugas PPSU yang mengenakan seragam oranye terlihat melakukan penanganan di lokasi. Namun, setelah melalui proses berbasis AI, tampilan visual petugas mengalami perubahan, termasuk perbedaan atribut pakaian serta hilangnya beberapa kendaraan dalam gambar hasil olahan.
Perbedaan mencolok antara kondisi nyata dan hasil visualisasi AI inilah yang kemudian memicu reaksi keras dari masyarakat. Warga internet (warganet) atau netizen menilai tindakan tersebut sebagai bentuk manipulasi data dan tidak mencerminkan kondisi lapangan yang sebenarnya.
Tindak lanjut peristiwa tersebut, Inspektorat DKI Jakarta memeriksa tiga pejabat menyusul temuan kelalaian dalam pengawasan petugas PPSU di Kalisari.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat DKI Jakarta, ketiganya dinilai lalai dalam pengendalian dan pengawasan terhadap PPSU yang bertugas menangani aduan masyarakat," kata Munjirin.
Tiga pejabat di lingkungan Kelurahan Kalisari yang diperiksa masing-masing adalah Lurah Kalisari, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Kasi Ekbang), serta Kepala Seksi Pemerintahan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban administratif, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Lurah Kalisari dari jabatannya.
Penonaktifan Lurah Kalisari Siti Nurhasanah dilakukan sementara hingga proses pemeriksaan lanjutan rampung. Ke depan, Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen memperkuat pengawasan berjenjang serta meningkatkan pembinaan terhadap petugas PPSU.
Selain itu, evaluasi terhadap mekanisme respons aduan berbasis digital juga akan dilakukan untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara akurat dan transparan.
Tinggalkan Komentar
Komentar