Periskop.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan penataan infrastruktur di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, rampung 100 persen sebelum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta pada 22 Juni 2026.
“Perbaikan infrastruktur di kawasan Rasuna Said ditargetkan sebelum HUT Jakarta,” ujar Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, Jumat.
Meskipun belum sepenuhnya rampung, Rasuna Said kini lebih layak digunakan masyarakat untuk berolahraga menjelang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) yang mulai digelar rutin pada 7 Juni 2026.
Chico menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan dan SKPD terkait telah melakukan evaluasi lapangan setelah pelaksanaan CFD perdana di kawasan itu. Evaluasi meliputi pengaturan lalu lintas, akses keluar-masuk, fasilitas pendukung masyarakat seperti trotoar dan area aktivitas, hingga aspek keamanan.
“Evaluasi dampak terhadap mobilitas dan kenyamanan warga sekitar, manajemen keramaian serta kebersihan juga telah dilakukan,” jelas Chico.
Hasil evaluasi keseluruhan dinilai positif, memberikan manfaat bagi ruang publik dan lingkungan, serta diharapkan membuat pelaksanaan CFD di Rasuna Said lebih baik dan kondusif dibanding sebelumnya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperkuat fasilitas publik dan meningkatkan kualitas ruang terbuka bagi masyarakat ibu kota.
Evaluasi CFD
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pelaksanaan rutin Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Rasuna Said mulai 7 Juni 2026, setelah melakukan evaluasi menyeluruh terkait infrastruktur, akses, dan fasilitas pendukung.
Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Bidang Komunikasi Publik Chico Hakim, mengatakan, evaluasi dilakukan oleh Pemprov DKI melalui Dinas Perhubungan dan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait setelah CFD perdana digelar.
“Beberapa poin yang dievaluasi, antara lain kesiapan infrastruktur jalan pascarevitalisasi. Meski belum 100% rampung, kondisi jalan sudah dinilai layak digunakan masyarakat,” ujar Chico, Jumat.
Selain infrastruktur, Pemprov DKI juga menilai pengaturan lalu lintas, akses keluar-masuk kawasan, serta fasilitas publik, termasuk trotoar, area aktivitas, dan keamanan. Evaluasi ini juga mencakup dampak terhadap mobilitas dan kenyamanan warga, manajemen keramaian, serta kebersihan kawasan.
“Secara keseluruhan, hasil evaluasi positif karena bermanfaat bagi ruang publik dan lingkungan,” jelas Chico.
Meski demikian, pihaknya mencatat beberapa hal teknis yang masih perlu ditindaklanjuti, yang menjadi alasan CFD sempat ditiadakan sementara pada 17 Mei lalu. Saat ini, persiapan sudah memasuki tahap akhir, termasuk koordinasi dengan Polri, Satpol PP, dan pengelola kawasan.
Langkah ini diambil untuk memastikan pelaksanaan CFD berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mendukung pemanfaatan ruang publik di Rasuna Said.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar