Periskop.id - Tren pengeluaran wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia menunjukkan dinamika yang sangat menarik dalam satu dekade terakhir. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik yang telah diolah kembali oleh Kementerian Pariwisata, jumlah uang yang dihabiskan turis asing per kunjungan mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh kondisi global.
Pada periode sebelum pandemi, tepatnya tahun 2015 hingga 2019, rata-rata pengeluaran wisatawan asing berada di kisaran US$1.100 hingga US$1.200. Namun, fenomena unik terjadi pada masa pandemi COVID 19 di tahun 2020 dan 2021. Pengeluaran rata-rata melonjak tajam hingga menyentuh angka US$3.097,41 pada 2021.
Hal ini dapat dipahami karena pada masa tersebut, akses masuk sangat terbatas sehingga turis yang datang cenderung tinggal dalam waktu yang jauh lebih lama dan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk keperluan karantina serta prosedur kesehatan.
Memasuki masa normalisasi di tahun 2022 hingga 2025, angka pengeluaran mulai kembali stabil pada titik keseimbangan baru. Pada 2025, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara tercatat sebesar US$1.267,07 per kunjungan.
Angka ini menunjukkan bahwa daya tarik pariwisata Indonesia tetap kuat dalam mendorong perputaran ekonomi meski situasi perjalanan global sudah kembali normal.
Untuk memberikan gambaran yang lebih detail mengenai perkembangan ekonomi pariwisata dari tahun ke tahun, berikut adalah data lengkap pengeluaran wisatawan mancanegara sejak tahun 2015:
| Tahun | Rata-Rata Pengeluaran per Kunjungan (US$) |
|---|---|
| 2015 | 1.208,79 |
| 2016 | 1.201,04 |
| 2018 | 1.220,18 |
| 2019 | 1.145,64 |
| 2020 | 2.165,02 |
| 2021 | 3.097,41 |
| 2022 | 1.448,01 |
| 2023 | 1.625,36 |
| 2024 | 1.391,85 |
| 2025 | 1.267,07 |
Wisatawan Amerika dan Eropa Menjadi Penggerak Ekonomi Utama
Jika melihat lebih dalam berdasarkan asal negara pada 2025, terdapat perbedaan yang sangat mencolok dalam kebiasaan belanja para wisatawan.
Wisatawan asal Amerika Serikat menempati posisi puncak sebagai turis yang paling banyak membelanjakan uangnya di Indonesia dengan rata-rata mencapai US$1.933,06 per kunjungan.
Posisi ini ditempel ketat oleh para pelancong dari negara-negara Eropa seperti Prancis, Belanda, Jerman, dan Inggris yang semuanya mencatatkan pengeluaran di atas US$1.800.
Kecenderungan wisatawan dari Amerika dan Eropa untuk mengeluarkan biaya lebih besar biasanya berkaitan dengan jarak perjalanan yang jauh, yang membuat mereka cenderung menetap di Indonesia dalam durasi yang lebih lama.
Selain itu, minat mereka terhadap wisata budaya dan akomodasi premium turut memberikan kontribusi besar pada tingginya angka pengeluaran tersebut.
Selain negara Barat, wisatawan dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi juga masuk dalam daftar turis yang cukup royal dengan pengeluaran di kisaran US$1.700.
Berbeda dengan wisatawan dari jarak jauh, para pengunjung dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia mencatatkan pengeluaran yang jauh lebih rendah, yakni di bawah US$700.
Hal ini disebabkan oleh faktor kedekatan geografis yang memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan singkat atau kencan akhir pekan (short break) tanpa perlu menginap lama, sehingga biaya akomodasi dan biaya harian yang dikeluarkan menjadi jauh lebih sedikit dibandingkan turis dari benua lain.
Berikut adalah tabel rincian rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara yang dikelompokkan berdasarkan negara asal selama tahun 2025:
| Negara Asal Wisatawan | Rata-Rata Pengeluaran Tahun 2025 (US$) |
|---|---|
| Amerika Serikat | 1.933,06 |
| Prancis | 1.927,71 |
| Belanda | 1.925,12 |
| Jerman | 1.894,59 |
| Rusia | 1.846,05 |
| Inggris | 1.824,91 |
| Uni Emirat Arab | 1.781,70 |
| Arab Saudi | 1.774,41 |
| Korea Selatan | 1.608,96 |
| Australia | 1.436,81 |
| Jepang | 1.280,33 |
| Tiongkok | 1.212,86 |
| India | 1.103,74 |
| Singapura | 623,75 |
| Malaysia | 594,34 |
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar