periskop.id - Pemerintah mencatat capaian signifikan pada stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog kini telah mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat.
"(Terkait) pangan, alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo, hari ini stok cadangan beras kita tertinggi sepanjang Republik Indonesia. 4,9 juta ton dan Insya Allah hari Kamis nanti sudah 5 juta ton," Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangannya, Senin (20/4).
Jumlah stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tersebut juga disebut Amran sebagai persiapan menghadapi kemungkinan El Nino. Indonesia sudah berpengalaman menghadapi El Nino, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
"El Nino kita sudah hitung. El Nino sekarang ada Godzilla, itu (kemungkinan) 6 bulan. Kita sudah pengalaman, sudah dua kali El Nino. (Tahun) 2015, 2023, 2024. (Sekarang) kita sudah siapkan lebih awal. Jadi insya Allah aman," jelasnya.
Berdasarkan Bapanas, stok CBP saat ini yang sudah tembus 4,9 juta ton mengalami pelejitan eksponensial hingga 221,7 persen jika dibandingkan persiapan puncak El Nino sebelumya. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino pada tahun 2023 terjadi pada Oktober sampai Desember.
Kala itu, stok CBP Indonesia berada di angka 1,52 juta ton pada September 2023. Dengan peningkatan hingga 221,7 persen terhadap stok CBP saat ini menandakan kesiapan pemerintah untuk menyokong masyarakat apabila benar-benar terjadi fluktuasi sebagai imbas El Nino.
Menurutnya, pencapaian ini juga berkat peningkatan produksi beras dalam negeri, sehingga mulai tahun 2025, Indonesia sudah setop impor beras. Torehan penghentian impor beras tersebut juga dapat dilihat pada laporan Rice Outlook April 2026 yang disusun oleh United States Department of Agriculture (USDA).
Indonesia dilaporkan USDA mengalami perubahan tahunan (annual changes) impor beras tahun 2025 yang paling signifikan dibandingkan 79 negara lainnya. Indonesia disebutkan mencatatkan minus 3,8 juta ton untuk impor beras tahun 2025 dibandingkan impor beras di tahun sebelumnya.
Sementara negara pengimpor beras paling besar di 2025 adalah Filipina. Menurut USDA, Filipina mengimpor hingga 3,6 juta ton selama tahun 2025. Meskipun menurun 1,8 juta ton terhadap impor beras 2024, Filipina diproyeksikan menambah lagi impornya di 2026 hingga 1,8 juta ton menjadi kisaran 5,5 juta ton.
Kemudian negara pengimpor beras terbesar kedua di dunia pada 2025 adalah Vietnam. Meskipun Vietnam aktif sebagai negara eksportir beras hingga 8 juta ton di 2025, negara tetangga Indonesia ini juga masih harus melakukan impor beras sebanyak 3,5 juta ton di tahun lalu. Untuk tahun ini, USDA memprediksi impor beras Vietnam di 2026 naik menjadi 3,9 juta ton.
"Pangan kita, alhamdulillah aman. Indonesia sudah swasembada beras. Kemudian protein juga kita swasembada. Ayam telur kita sudah ekspor," tutupnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar