periskop.id - Rencana integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City memasuki tahap yang semakin konkret. PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan menyiapkan konektivitas baru yang akan menghubungkan kedua stasiun yang selama ini beroperasi sangat berdekatan di kawasan pusat Jakarta.

Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional kereta, sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi pengguna transportasi publik.

Advertisement

Keberadaan kedua stasiun tersebut memang sejak lama menjadi perhatian. Jarak antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City hanya sekitar 150 meter, sehingga kereta yang baru saja meninggalkan satu stasiun harus segera melakukan pengereman untuk berhenti di stasiun berikutnya. Kondisi ini dinilai kurang efisien dari sisi operasional perjalanan kereta komuter.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) degan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6) menjelaskan bahwa integrasi dilakukan dengan memusatkan aktivitas naik-turun penumpang di Stasiun BNI City. 

Sementara itu, kawasan Stasiun Karet tetap dimanfaatkan sebagai akses keluar-masuk penumpang melalui jalur penghubung yang terintegrasi.

Selain faktor efisiensi, aspek keselamatan menjadi alasan utama penggabungan layanan kedua stasiun tersebut. 

Area sekitar Stasiun Karet selama ini dinilai memiliki risiko kecelakaan lalu lintas yang relatif tinggi karena padatnya aktivitas kendaraan dan pejalan kaki. Dengan sistem akses yang lebih tertata, pergerakan penumpang diharapkan menjadi lebih aman.

Travelator Jadi Fasilitas Unggulan

Salah satu fasilitas yang paling menarik perhatian dalam proyek integrasi ini adalah pembangunan travelator atau jalur pejalan kaki bergerak. Travelator akan menghubungkan Stasiun Karet dan BNI City sehingga penumpang tidak perlu berjalan jauh secara manual saat berpindah akses.

Secara umum, travelator merupakan sistem konveyor horizontal yang banyak digunakan di bandara internasional, pusat perbelanjaan besar, hingga stasiun kereta modern. 

Teknologi ini memungkinkan pengguna berpindah jarak pendek hingga menengah dengan lebih cepat dan nyaman, terutama bagi lansia, penyandang disabilitas, maupun penumpang yang membawa barang bawaan.

Pakar transportasi menilai penggunaan travelator sangat masuk akal mengingat jarak kedua stasiun yang berdekatan. Selain mempercepat perpindahan penumpang, fasilitas tersebut juga dapat meningkatkan daya tarik transportasi publik di kawasan pusat bisnis Jakarta.

Tidak hanya travelator, pemerintah juga menyiapkan selasar pejalan kaki dan jalan tembus yang menghubungkan kedua stasiun. Penumpang yang turun di BNI City nantinya tetap dapat mengakses kawasan Karet dengan mudah tanpa harus memutar melalui jalan raya.

Kementerian Perhubungan bahkan mendorong pembangunan fasilitas pendukung lain, termasuk konektivitas penyeberangan untuk meningkatkan aksesibilitas kawasan di sekitar Sungai Ciliwung.

Stasiun BNI City sendiri merupakan salah satu simpul penting transportasi Jakarta yang melayani KRL Commuter Line dan Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Lokasinya berada di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas yang terhubung dengan berbagai moda transportasi seperti MRT, LRT, TransJakarta, dan kereta bandara.