periskop.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto sukses mengevakuasi seekor sapi kurban yang terperosok ke dalam tangki septik sedalam enam meter.
Komandan Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos 1 Mojoanyar BPBD Kabupaten Mojokerto Sukamto mengatakan proses penyelamatan hewan ternak tersebut memakan waktu lebih dari tiga jam. Sukamto menjelaskan tim relawan harus menggunakan dua unit katrol sekaligus untuk menarik beban sapi ke atas.
"Kendalanya diameter lubang sangat sempit yang menyulitkan kami memasang tali pada sapi," jelasnya saat ditemui di lokasi kejadian pada Selasa (26/5).
Sukamto menceritakan insiden jatuhnya hewan kurban ini terjadi di Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu. Sapi seberat ratusan kilogram tersebut diketahui merupakan milik seorang warga bernama Sutrisno.
Menurut penjelasan Sukamto, ukuran mulut tangki septik yang hanya sekitar satu meter sangat menghambat pergerakan petugas. Dua anggota Damkar Kabupaten Mojokerto harus turun langsung ke dasar lubang demi mengikatkan tali ke tubuh sapi.
Tim penyelamat dari BPBD Kabupaten Mojokerto benar-benar harus berpacu dengan waktu. Sukamto menyebut kondisi sapi kurban milik Sutrisno perlahan semakin lemas akibat kekurangan oksigen di dasar lubang kotoran.
"Tali sempat lepas beberapa kali karena kondisi sapi lemas sehingga molor," terangnya.
Demi menjaga pasokan oksigen di kedalaman enam meter, tim Damkar menyalakan sebuah mesin peniup udara atau blower. Sukamto memastikan langkah teknis ini sangat krusial agar sapi bisa bertahan hidup selama proses penarikan berlangsung.
Para petugas BPBD Kabupaten Mojokerto juga memasang sejumlah bilah bambu di pinggir mulut lubang tangki. Sukamto menuturkan bambu tersebut berfungsi sebagai pijakan petugas karena tanah di sekitar lokasi sangat rawan ambrol.
Tim Damkar Kabupaten Mojokerto secara resmi menutup operasi evakuasi pada pukul 19.20 WIB. Sukamto merasa lega karena sapi milik Sutrisno akhirnya berhasil ditarik ke permukaan tanah dalam kondisi hidup.
Warga Dusun Ardilangu menyambut keberhasilan personel BPBD Kabupaten Mojokerto tersebut dengan sorakan syukur yang riuh. Sukamto langsung menyerahkan kembali hewan ternak itu kepada Sutrisno agar bisa beristirahat.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar