Periskop.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) membeberkan adanya pergerakan di tingkat wilayah pasca-krisis kelembagaan akibat penanganan kasus korupsi mantan Jampidsus Febrie Adriansyah oleh Kepolisian.

 

Jajaran Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) terpantau langsung menggelar pertemuan dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) di berbagai daerah.

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna membenarkan rangkaian pertemuan di tingkat regional tersebut sengaja dilakukan untuk merekatkan kembali jalinan kerja sama kedua instansi di lapangan. Langkah ini menyusul pertemuan tingkat tinggi antara Kapolri dan Jaksa Agung yang sudah dilakukan sebelumnya di Jakarta, Senin (13/7).

 

“Ya memang kita mensinergikan kembali, yang selama ini hubungan sudah baik kita akrabkan kembali dalam penegakan hukum,” kata Anang, di Gedung Kejagung, Rabu (15/7).

 

Anang menepis spekulasi yang menyebut hubungan kejaksaan dan kepolisian di tingkat daerah ikut merenggang akibat dinamika hukum di pusat.

 

Lebih lanjut, Anang memberikan garansi ikatan profesionalitas di antara jaksa dan polisi di daerah dipastikan tetap solid dan bebas dari sentimen rivalitas.

 

“Dan hubungan kemuspidaan selama ini enggak ada masalah,” tegas Anang.

 

Sebelumnya, pertemuan bilateral di tingkat daerah tersebut bergulir sebagai respons setelah Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin pada Senin (13/7).

 

Usai pertemuan puncak tersebut, Kapolri menegaskan hubungan Polri dan Kejaksaan Agung tetap solid di tengah penanganan kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.
 

Jaksa Agung ST Burhanuddin juga meminta publik tidak mengasumsikan adanya perselisihan atau rivalitas tajam akibat dinamika penegakan hukum belakangan ini. Ia menegaskan kehadiran jajaran pimpinan Polri di korpsnya merupakan program lama guna memperkuat sinergi personel di lapangan.
 

"Saya kedatangan sahabat-sahabat saya dari kepolisian. Dan sebenarnya ini adalah bukan program baru, ini adalah program lama. Ya, kemudian kami juga, saya dengan Pak Wakapolri, temen-temen jangan berpikir kami ini rival, kami ini adalah versus, tidak. Jadi kami sejak dulu, kami sudah mengenal secara pribadi beliau, kemudian kami sama-sama saya jadi Jaksa Agung, beliau jadi Wakapolri," kata Burhanuddin, di Gedung Kejagung, Senin (13/7).