Periskop.id - Situasi mencekam terjadi di sekitar Gedung Putih, Washington DC, setelah sebuah aksi penembakan memicu respons cepat aparat keamanan federal Amerika Serikat. Insiden tersebut terjadi di kawasan 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW yang berada tidak jauh dari kompleks kepresidenan AS.
Dinas Rahasia Amerika Serikat (US Secret Service) bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) langsung bergerak ke lokasi, setelah menerima laporan adanya tembakan di sekitar perimeter Gedung Putih.
"Kami mengonfirmasi laporan penembakan di dekat 17th Street dan Pennsylvania Avenue NW dan bekerja untuk memperdalam informasi tersebut dengan personel di TKP," kata Dinas Rahasia AS dalam keterangnnya dikutip Minggu (24/5).
Media lokal AS melaporkan sedikitnya dua orang mengalami luka akibat insiden tersebut, termasuk pelaku penembakan. Salah satu korban disebut mengalami luka serius. Kepala FBI Kash Patel mengatakan pihaknya ikut mendukung proses penanganan dan penyelidikan yang dilakukan aparat keamanan di lokasi kejadian.
"FBI berada di TKP (tempat kejadian perkara) dan mendukung upaya Dinas Rahasia merespons penembakan di dekat kompleks Gedung Putih -- kami akan berikan informasi terbaru kepada masyarakat," kata Kash Patel melalui akun media sosial X.
Menurut laporan Fox News yang mengutip sejumlah pejabat penegak hukum, seorang pria bersenjata mendekati area Gedung Putih dari arah gerbang nomor 17 sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
Pria tersebut disebut sempat menembakkan senjata sebanyak tiga kali ke arah bangunan Gedung Putih, sebelum aparat Dinas Rahasia membalas tembakan dan melumpuhkannya. Fox News juga melaporkan seorang warga sipil ikut terluka dalam baku tembak tersebut. Namun aparat memastikan pelaku tidak berhasil menembus perimeter keamanan Gedung Putih.
Lockdown
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan dalam kondisi aman dan tidak berada dalam ancaman langsung selama insiden berlangsung. Akibat penembakan itu, kawasan sekitar Gedung Putih sempat berada dalam kondisi lockdown atau kuncitara selama beberapa waktu sebelum akhirnya dicabut setelah situasi dinyatakan terkendali.
Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC turut meminta masyarakat menjauhi area sekitar lokasi kejadian selama proses penanganan berlangsung. Hingga kini aparat federal masih melakukan penyelidikan terkait motif penembakan maupun identitas lengkap pelaku.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya tensi keamanan di sekitar pusat pemerintahan Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Gedung Putih beberapa kali menjadi lokasi insiden keamanan, mulai dari ancaman penyusup hingga demonstrasi besar yang berujung bentrokan.
Sebelumnya, Dinas Rahasia AS juga memperketat pengamanan di sekitar Gedung Putih menjelang tahun politik dan meningkatnya tensi politik domestik di Amerika Serikat. Menurut laporan berbagai media internasional, perimeter Gedung Putih saat ini termasuk salah satu kawasan dengan pengamanan paling ketat di dunia, dilengkapi sistem pemantauan modern, penghalang keamanan berlapis, hingga personel bersenjata yang berjaga selama 24 jam.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar