Periskop.id - Kemacetan panjang yang mengular di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok hingga kawasan Cilincing pada Senin (25/5) sore disebut berasal dari aktivitas depo kontainer di kawasan Cakung-Cilincing, Jakarta Timur.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok Kapten Heru menegaskan, kepadatan kendaraan bukan disebabkan operasional di dalam pelabuhan maupun lonjakan kapal bersandar. “Benar telah terjadi kemacetan akibat depo-depo tersebut,” kata Heru di Jakarta, Senin.

Menurut Heru, sejumlah depo kontainer yang berada di kawasan Cakung memiliki konektivitas langsung menuju akses Pelabuhan Tanjung Priok melalui Jalan Raya Cilincing. Tingginya aktivitas keluar masuk truk kontainer di jalur tersebut memicu antrean kendaraan hingga berdampak ke berbagai ruas jalan utama.

“Kemacetan akibat aktivitas depo-depo kontainer yang ada di kawasan Cakung, Jakarta Timur,” ujarnya.

Ia memastikan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok pada hari itu berjalan normal. Jumlah kapal sandar juga disebut tidak mengalami lonjakan signifikan yang dapat memicu kepadatan lalu lintas. “Aktivitas bongkar muat dan kapal bersandar hari ini normal,” kata Heru.

Penjelasan serupa juga disampaikan Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Ginanjar Tejasasmita. Ia menegaskan sumber utama kemacetan bukan berasal dari kawasan pelabuhan.

“Kemacetan tersebut bukan berasal dari Pelabuhan Tanjung Priok,” kata AKP Ginanjar Tejasasmita.

Menurut dia, kepadatan sudah terjadi lebih dahulu di Jalan Raya Cilincing sehingga berdampak pada arus kendaraan yang keluar dari area pelabuhan, terutama melalui Pos 9 Tanjung Priok.

Ancol – Tanjung Priok
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan didominasi truk kontainer yang mengular hingga beberapa kilometer. Kemacetan bahkan merembet ke Tol Ancol-Tanjung Priok dan jalur akses dari arah Cawang menuju kawasan pelabuhan.

Sejumlah sopir truk terlihat mematikan mesin kendaraan karena lalu lintas nyaris tidak bergerak selama berjam-jam. Kondisi itu juga membuat petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan melakukan pengalihan arus di sejumlah titik.

Sebelumnya, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Rudi Saptari menyebut aktivitas depo kontainer di kawasan BSA, Temas, dan Seacon menjadi salah satu pemicu utama kepadatan lalu lintas menuju pelabuhan.“Petugas sudah di lapangan melakukan pengaturan,” ujar Rudi.

Sebagai pelabuhan tersibuk di Indonesia, Tanjung Priok menangani lebih dari 50% arus logistik nasional. Data PT Pelindo menyebut volume peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok mencapai jutaan TEUs setiap tahun, sehingga gangguan distribusi di kawasan penyangga seperti depo kontainer dapat langsung berdampak terhadap kelancaran logistik ibu kota.

Pengamat transportasi menilai kemacetan berulang di koridor Cilincing-Tanjung Priok menunjukkan perlunya integrasi manajemen logistik dan pengaturan jam operasional truk kontainer agar tidak seluruh aktivitas terkonsentrasi pada jam sibuk.

Selain itu, pemerintah juga dinilai perlu mempercepat pengembangan jalur logistik berbasis kereta api dan akses jalan khusus angkutan barang guna mengurangi beban lalu lintas di jalur arteri Jakarta Utara.