periskop.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan di berbagai daerah di Indonesia berpeluang diperluas hingga ke luar negeri. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan rencana untuk mengusulkan pelaksanaan program tersebut bagi siswa Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi.
Gagasan itu muncul setelah Dadan melakukan kunjungan langsung ke SIJ dan melihat kondisi para pelajar yang sebagian besar merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia. Menurutnya, keberadaan program MBG dapat menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri.
Dalam keterangannya Selasa (2/6), Dadan menyebut terdapat lebih dari seribu siswa yang saat ini menempuh pendidikan di Sekolah Indonesia Jeddah.
“Saya diminta datang ke sekolah Indonesia Jeddah di mana di situ ada kurang lebih 1.081 anak-anak pekerja migran yang didik di sekolah Indonesia Jeddah, dan saya kira ini program yang bagus karena bisa membuat anak-anak pekerja migran itu punya harapan masa depan,” kata Dadan.
Kunjungan tersebut mendapat sambutan hangat dari warga sekolah. Dadan mengatakan sekitar 100 siswa bersama 56 guru hadir dan menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Dalam kesempatan itu, para siswa secara langsung menyampaikan harapan agar mereka juga dapat merasakan manfaat program MBG sebagaimana yang telah diterima jutaan pelajar di Indonesia.
“Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman temannya di Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih memerlukan pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah pusat. Dadan menegaskan bahwa usulan tersebut akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan dan pertimbangan lebih lanjut.
Menurutnya, jika disetujui, Sekolah Indonesia Jeddah dapat menjadi lokasi percontohan pelaksanaan MBG di luar negeri. Model serupa nantinya berpotensi diterapkan pada komunitas pekerja migran Indonesia di negara lain yang memiliki jumlah anak usia sekolah cukup besar.
“Jadi kita tadi datang untuk melihat dan nanti saya akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kita membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di sekolah Indonesia Jeddah. Dan juga mungkin nanti ada juga pekerja-pekerja migran di Malaysia dan di kebun-kebun dan sebagainya, ini bisa menjadi suatu pilot project,” katanya.
Sekolah Indonesia Jeddah sendiri merupakan salah satu sekolah Indonesia terbesar di luar negeri yang melayani pendidikan bagi anak-anak warga negara Indonesia di Arab Saudi. Keberadaannya menjadi pusat pendidikan penting bagi keluarga pekerja migran yang ingin memastikan anak-anak mereka tetap memperoleh akses pendidikan nasional meski tinggal di luar Indonesia.
Pertanyaan selanjutnya, apakah urgensi meluaskan distribusi hingga ke luar negeri ini cukup perlu? Sedang jika menilik kualitas distribusi nasional sendiri, BGN pun masih bergelut dengan pengawasan kualitas pangan dari SPPG mitra.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar