Periskop.id – Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengalami ambles sejak Rabu (27/5), memicu kemacetan panjang arah Depok. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Dinas Bina Marga bergerak cepat menangani kondisi tersebut. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari.

Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menyampaikan, perbaikan permanen dilakukan dengan pemasangan gorong-gorong (box culvert) beton berukuran 2 meter × 16 meter, menggantikan konstruksi saluran air lama yang rusak. “Perbaikan dimulai Jumat (29/5) malam untuk meminimalisir gangguan arus lalu lintas, sementara siang hari fokus pada pengaturan kemacetan,” kata Santo, Jumat (29/5). 

Advertisement

Kerusakan jalan diketahui akibat kondisi beton saluran air yang sudah keropos. “Saluran ini infrastruktur lama yang mengalami penurunan akibat musim hujan,” ujar Santo. Sebelumnya, Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menutup area ambles dengan plat baja sementara dan menutup sebagian jalur untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Insiden ini sempat menimpa truk milik Sudin SDA yang membawa puing-puing sisa pekerjaan perbaikan. Truk terperosok di jalan amblas akibat kelebihan muatan dan patahnya as roda belakang. Pengemudi berhasil selamat, dan truk dievakuasi menggunakan ekskavator pada pukul 12.00 WIB. Pengendara motor diimbau menggunakan jalur alternatif.

Pengalihan Arus
Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan pengalihan arus untuk mengurangi kepadatan. Pelaksana Harian Kepala Dishub, Ujang Hermawan, meminta masyarakat menyesuaikan rute dan mengikuti arahan petugas. Kendaraan roda dua masih dapat lewat lajur paling kanan Jalan Lenteng Agung Raya, sementara kendaraan roda empat dialihkan melalui rute alternatif, termasuk Jalan Tol Desari, Jalan Raya Bogor, dan Jalan Tol Jagorawi.

Dinas Bina Marga dan SDA bekerja sama memastikan perbaikan konstruksi saluran air selesai dan arus lalu lintas kembali normal. Jalan amblas memiliki panjang 16 meter, lebar 3 meter, dan kedalaman 3 meter, tepat setelah Gang Empang. Polisi lalu lintas tetap berjaga untuk mengurai kemacetan dan memastikan keamanan pengguna jalan.

Siti Dinarwenny, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI menekankan masyarakat harus berhati-hati dan mematuhi pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung. “Langkah ini dilakukan agar keselamatan pengendara tetap terjaga dan lalu lintas dapat bergerak meski satu jalur sementara ditutup,” ujar Siti.